Iklan Telkom masuk sekolah

Di TV baru aja gue liat ada iklan mengenai internet, iklan lucu bagus dan mengelitik 😀 , dan gue penasaran apakah masih ada orang yg benar benar diwakilkan dalam iklan itu?, walau keliatannya sangat nyata :), memang harus diakui bahwa banyak masyarakat Indonesia yg belum melek internet terutama di daerah daerah.

Nah penasaran berikutnya, berapa biaya pembuatan iklan tersebut? dan berapa ongkos penayangan iklan tersebut? karena kalau diliat liat sech durasi iklannya cukup panjang. Mungkin telkom mengeluarkan milyaran  😕 untuk iklan ini karena tu iklan udah sering panjang dan didalam prime time (asumsi saya).

Kalau saja telkom memang mau memasyarakatkan internet di Indonesia, seharusnya bukan itu caranya tetapi buatlah agar tarif broadband menjadi murah :keren: , tidak perlu ikutin harga eropa, ikutin harga negara tetangga malaysia aja udah cukup, toh telkom sudah investasi di STO nya untuk alat ADSL, baik dipakai atau tidak akan mengeluarkan biaya maintance yg sama bukan?, nah kenapa tidak di buat harga yg lebih murah, toh bandwidth local juga bisa di katakan gratis, kenapa di bilang gratis? karena semua sudah terhubung, memang hubungan gateway keluar negri sangat mahal, kalau itu yg menjadi perhatian, kenapa tidak membuat agar local network yg ada di Indonesia lebih menarik, walau itu tidak mungkin karena Indonesia sendiri masih sangat muda dalam dunia internet. Ada sech cara untuk membuat agar pemilik website mau menghostkan site mereka di site di dalam negri, dengan cara membuat unmetered ke local network dan metered untuk ke luar negri, pada dasarnya site site Indonesia kan di akses oleh orang indonesia juga yg ada di Indonesia, daripada buang buang bandwidth keluar negri mendingan di utilisasikan didalam negri. biaya yg dikeluarkan ISP Indonesia pun untuk gateway keluar negeri akan berkurang, dan ujung ujungnya biaya internet connection pun akan menurun.

Kalau gue pikir sech mendingan telkom ambil keuntungan sedikit tapi banyak yg mempergunakan daripada untung gede tapi  yang mempergunakan fasiltas tersebut sedikit, kan kasihan alat alat yang sudah Telkom Investasikan, makin tau alat itu makin berumur, makin ketinggalan jaman, alat elektronik itu paling cepat di makan jaman, nah walaupun keuntungan didapatkan dikit dikit lama lama jadi bukit kan? Mungkin itu yang perlu di pelajari oleh telkom, sebagai perusahaan BUMN dan pemegang hak monopoli komunikasi phone line di Indonesia

Yach itu hanya pendapat orang biasa kayak gue yg ngga tau apa apa. 🙂

  • sebenarnya, harga pasar masih belum terbentuk dulu, sehingga harganya mahal. ITU SEMUA KARENA MONOPOLI TELKOM dengan TELKOMnyet. Kalau ada persaingan jadi konsumen enak. Kalo harga mahal, ga usah di abaikan…. jadi nanti bakal terbentuk harga pasar/kesepakatan.

  • Nah itu dia, karena monopoli belum bisa dirubah… ya mungkin telkom aja yg harus tau diri, toh dengan begini aja dah untung kenapa mesti mencekek konsumen, BTW sekarang tarif dah turun menjadi 2 jt perbulan, tetapi tetap aja kan 200 USD permonth….
    Daripada sekarang alat yg udah mereka pasang (investasikan) ngga terpakai, dan percuma (ngga balik modal) mendingan mereka kasih murah, dan banyak yg pakai.
    Trus yg namanya alat IT itu pasti ada masa habis pakai, karena yg baru/canggih akan terus ada.
    Mudah mudahan telkom makin sadar dech 😀